KELIRU
Hidup adalah abu abu sebelum aku bertemu denganmu,
Aku lupa cara mengeja tawa,
Aku lupa cara berharap.
Aku juga lupa cara mencintai.
Ketika bertemu denganmu tidak aku rasakan lagi ruang kosong dalam jiwaku.
Bersama denganmu waktu berjalan sangat amat cepat.
Kamu katakan kau menyanyangiku dan hatimu hanya untukku aku percaya itu.
Jika saja kita bisa memiliki satu hari lagi seperti ini.
Jika kita bisa mengulang waktu, aku akan mempertaruhkan cinta yang aku miliki.
Aku akan mempertaruhkan setiap helai rasa percaya yang ada untukmu.
Namun, kini mengapa cinta kita merasa keliru ketika aku dapati ada hati lain yang tak bahagia karena kita?
Titik Dwi Wijayanti | 2017


Komentar
Posting Komentar