TENTANG KITA
Bagi
sebagian banyak orang pasti punya yang namanya sahabat atau teman dekat. Teman
untuk berbagi, bercerita, bermimpi, dan bahkan melakukan segala macam kebodohan.
Banyak keuntungan ketika kita memiliki teman karena menurut saya banyak teman
berati banyak rejeki itu benar adanya, karena saat di tanggal tua mereka juga
bisa diandalkan. Hahahalol
Saya
bersyukur menjadi salah satu yang berkesempatan memiliki sahabat atau teman
dekat. Tuhan maha baik karena telah menempatkan saya di circle mereka,
telah menganugerahkan saya sahabat-sahabat yang bisa selalu saya andalkan dan
melakukan setiap kebodohan, yang terpenting dari itu semua mereka tidak pergi
meninggalkan saya saat saya benar-benar merasa di bawah. Saat saya merasa
kehilangan, merasa tidak berarti, dan tidak di anggap mereka tetap merangkul
saya dan berdiri di samping saya untuk terus mensupport dan membuat saya merasa
di anggap.
Saat
ini saya kuliah di salah satu perguruan tinggi di Tangerang dan sudah memasuki
semester enam, semasa kuliah saya memiliki sahabat yang di bilang cukup dekat
dengan saya. Mereka tahu batas kuat dan rapuhnya saya, mereka tahu saat saya
hanya memasang senyum yang saya paksakan, mereka tahu saat saya harus
benar-benar menangis. Hampir semua masalah dalam hidup saya ceritakan kepada
mereka. Menceritakan semua masalah hidup dengan mereka sudah tidak ada jarak
lagi semua mengalir dengan mudahnya.
Salah
satu pesan dari Teh Lina (Herlina nama lengkapnya karena dia orang Sunda dan
yang di tuakan diantara kita makanya di panggil Teh Lina) di saat saya merasa
kehilangan dan di tinggalkan seseorang dalam hidup saya, saat itu saya
benar-benar merasa terpuruk dan jatuh sekali tapi mereka tak henti-hentinya
membuat saya merasa berarti. Pesan singkat dari mereka yang terus mengingatkan
saya untuk bersabar, jangan lupa makan, mengigatkan kesehatan saya, dan jangan
lupa beribadah. Saat kita bertemu saya menceritakan semuanya secara langsung
sebisa mungkin saya tahan air mata untuk tidak menangis di depan mereka tapi
mereka tahu bahwa saya memang harus menangis “udah nangis aja biar lega” ujar
Mutiara Maesita yang biasa di panggil Mae, dan saat itu juga saya menangis
dipelukkan Mae, “Janji ya sama gue jangan pernah nangisin dia lagi, ini
tangisan terakhir lo buat dia” ucap Mae dan saya hanya mengangguk masih di
dalam pelukkannya. Sampai saat ini setiap saya ingin menangis dalam benak
terucap “jangan buat usaha mereka yang buat lo ketawa jadi sia-sia”. Terima
kasih Mae, Teh Lina, Ayu, Sopiah, Yulia, Tia, dan Zahra. Tuhan tolong jaga
mereka.
Sebelum
kuliah dan kenal dengan mereka saya juga memiliki sahabat semasa SMA, dan masih
terjalin sampai sekarang. Hampir setiap
malam minggu saya habiskan bersama mereka. Mereka selalu bisa saya andalkan
dalam setiap situasi. Kemarin waktu semester lima ada mata kuliah seni drama
yang mewajibkan antar kelas menampilkan pertunjukkan drama, saya mengajak
teman-teman saya untuk datang karena jumlah penonton mengpengaruhi penilaian,
saat hari H hanya mereka yang datang. Ninda, Bapau (Siti Annisah), Adit, Uky
(Lukman), Kubil (Setiady), dan Uwing (Indra) yang salah jam dan salah beli
tiket saat itu pengen gue lindes pake tronton rasanya si Indra asli dah dari
dulu kagak pinter-pinter ni anak, dan satu lagi si Devi tapi dia sekarang ada
di Bandung. Saya yakin kalau dia ada di Jakarta pasti dia datang.
Persahabatan
kita terjalin sejak SMA, dari jaman sama-sama punya pacar dan asik sama pacar
masing-masing, sampai sama-sama jomlo dan sama-sama susah move on. Iyah, kita
semua emang jomlo dibalik ketawa dan kebodohan kita ada cerita yang tragis, ada
kisah tentang kehilangan yang sulit di lupakan. Setiap kali kita ketemu kita
masih ngebahas hal yang sama, Adit yang susah move on, Setiady yang setia sama
gelar jomlonya karena gak berani bilang, Lukman yang masih memilih untuk
sendiri, Indra yang gak tahu harus gimana, Ninda yang masih belum bisa memilih
satu. Itu-itu aja yang di bahas. Emang sih gak setiap saat juga kita bisa ketemu
karena emang sudah sibuk masing-masing. Penah kita sampai dua bulan gak ketemu
bahkan lebih. Waktu itu saya pasang photo profil BBM, foto bareng
teman-teman kuliah, dan si kampret Adit komentar “lo gak lupa sama kita-kita
kan Tik?” di situ saya merasa tertampar sejauh ini kah jarak di antara kita?. Memang saat itu saya lagi sibuk-sibuknya kuliah jadi setiap
kampret-kampret ini ke rumah pasti saya lagi gak di rumah, dan saat itu juga
saya masih menjalin hubungan dengan mantan saya. Jadi setiap malam minggu saya
absen untuk kumpul sama mereka karena mantan sangat cemburu dengan keberadaan
mereka. Bukan mereka yang kehilangan saya tapi saya yang kehilangan mereka. Saya
yang saat itu menjauh karena banyak hal. Tuhan menegur saya melalui kehilangan,
dari kehilangan Tuhan ingin mengembalikan saya kepada mereka, Tuhan ingin saya
mengigat mereka yang selalu ada untuk saya.
Teruntuk
kalian, tulisan ini saya dedikasikan untuk kalian tentang kita dan tentang
cerita kita. Memang masih sangat acak-acakkan dan belum pandai merangkai kata yang indah, tapi ini adanya. Terima kasih telah menerima semua keanehan saya. Karena kalian
hidup menjadi lebih banyak warna, karena kalian di dunia ini saya merasa di
anggap ada. Terima kasih untuk penerimaan yang sangat amat luar biasa, terima
kasih untuk setia mendengarkan cerita-cerita saya, terima kasih untuk segala
kekhawatiran, perhatian, pinjaman uang serta traktiran di tanggal tua, dan
semua bentuk kasih sayang kalian. Saya tahu kita tidak akan selamanya bisa
sama-sama terus, ada masanya nanti kita akan terpisah jarak karena sudah masuk
dalam zona nyamannya masih-masing, entah kapan kita akan terpisah yang pasti
saat ini mengenal kalian adalah anugerah. Sebelum perpisahan itu tiba mari kita sama-sama menghargai waktu
kebersamaan yang ada. Semoga hubungan atas nama persahabatan ini akan terus
terjalin.
Untuk
kamu yang membaca tulisan ini jika kamu merasa sama dengan saya memiliki sahabat
yang bisa menerima kamu apa adanya, jagalah mereka karena tidak semua orang
bisa menerima segala keanehan kita. Hidup gak melulu soal pacar, jangan lupa
sama teman kalau udah punya pacar, dan kalau pacar kamu punya sahabat jangan
pernah di kekang buat main atau malah cemburu, karena sebelum sama kamu,
persahabatan mereka lebih dulu tercipta, jangan di rusak dengan adanya kamu.
Jadilah bagian dari mereka, pacar yang baik selalu mendukung pacarnya untuk
menuju baik bukan?
![]() |
| Mae, Sopiah, Yulia, Teh Lina, Titik, Ayu. |
![]() |
| Para Penghuni Mars |
![]() |
| Waktu nonton teater, gak ada Indra karena dia bego salah beli tiket. Ninda, Bapau, Adit, Titik, Uky, Kubil. |






Jangan mau jadi rumah singgah yah Titik Dwi Wijayanti . Lebih baik single dalam waktu yg lama . Di banding jadi singgahan orang lain ,.
BalasHapusiyah sekarang saya paham, lagian kalau mau singgah mah suguhin teh manis aja jangan di kasih hati. hehe
HapusKlo bisa , ada yg mw dateng .. suruh bawa martabak / nasi goreng . Nah bagian titik deh siapin minum . wkkwkw
HapusNah boleh tuh begitu, hahaha tolong yang mau singgah sekalian bawa martabak keju toblerone haha jangan martabak telur saya alergi soalnya haha, laaahh nawar :D
HapusMw nya sih sbener nya bawa in pembuktian , Dan seperangkat alat BLA BLA BLA . Namun blom bisa nih sis . #kekTaurumahTITIKDWajah #haha
Hapusjapri gan wkwkw.. rumahnya jauh lebih jauh dari bekasi
HapusJapri apa deh sis ? . Lupa . wkwkwkwk . Bekasi mah jauh bnget sis .. planet luar , bukan di bumi kek kita . #CIEEKITA :P
HapusMudah mudah an .. Dapat orang baik yah sis . ;). Jgn mudah terpengaruh dengan orang yg baru baik ke titik . Pdhal kan tanpa sepengtahuan titik , ada orang yg memperhatikan dari jauh dalam waktu yg lama .
BalasHapusLol
iyah hehe semoga pemikiran makin dewasa jadi lebih tau mana yang baik dan yang buruk, haha semacam pengemar rahasia gitu ya? btw makasih loh ya sudah komen dan baca tulisan saya.
Hapus