MAAF UNTUK TIDAK MENAHANMU
Maafkanlah
aku yang tidak menahanmu pergi kala itu, maafkanlah aku yang hanya terdiam
melihatmu menjauh, maafkanlah aku yang tidak berkata-kata ketika kamu
menginginkan perpisahan, maafkanlah aku yang dengan tega begitu saja
melepaskanmu. Aku mematung beriringan dengan kepergianmu. Semuanya aku biarkan
begitu saja bagai angin yang menerpa keheningan. Bukannya aku tak ingin menahan
kala kamu menginginkan pergi, dalam diamku bukan berarti sudah tidak ada lagi
cinta untukmu. Semua cinta untukmu masih tersimpan rapih dalam hati. Aku merasa
memang harus ada jeda di antara kita, karena sudah tidak lagi aku rasakan cinta
yang hangat seperti dulu yang pernah aku rasakan saat pertama kali kita saling
berjanji untuk menjaga. Sekuat apapun aku berjuang untuk tetap menahanmu kala
itu rasanya akan percuma karena yang kamu ingin hanya perpisahan.
Aku
ingin kita sama-sama merasakan rindu, aku ingin kita merasakan bahwa kita
memang saling membutuhkan saat ada jarak di antara kita. Tapi nyatanya kamu
keliru manafsirkan maksudku, kamu keliru memahami mauku. Yang kamu tahu cinta
itu telah sirna, yang kamu tahu cinta itu telah usai. Tidak ada lagi cerita dan
cinta untuk kita, kamu pergi benar-benar pergi meninggalkan semuanya tanpa
memahami maksudku. Aku tidak lagi menemukan kita di sini, di tempat yang biasa
kita lalui. Aku berharap berpas-pasan denganmu di tengah pelarianku untuk
mempertanyakan cinta kita. Cinta yang telah kita sudahi, cinta yang telah kamu
buang jauh-jauh. Tapi kenyataannya lain, kamu sudah tidak menginginkan kita
lagi. Kamu memang sudah benar-benar menutup lembaran tentang kita.
Sekarang
cerita kita telah usai, setelah sekian lama kita bersama akhirnya atas rasa
jenuh kita memilih untuk saling menjauh. Kamu sudah menemukan tempat yang baru,
tempat yang sama sekali tidak ada tentang kita. Sedangkan aku, tetap berada di
tempat yang sama bersama semua penyesalan selalu berharap kamu kembali dan
mempertanyakan cinta kita. Sadarkanlah aku bahwa cinta kita memang benar-benar
telah usai, sadarkanlah aku bahwa sudah tidak ada lagi cerita tentang kita,
sadarkanlah aku bahwa tanpamu hidupku harus tetap terus berjalan, sadarkanlah
aku tidak perlu lagi pergi ke tempat yang biasa kita lalui untuk mengingat
tentang kita.


Nggak pernah ada yg bisa mengendalikan waktu. Di satu waktu kadang gw merasa waktu sangat lambat berjalan, menahan gw lebih lama dari yg semestinya. Tapi di lain hari, seperti yg gw rasakan hari ini, waktu sangat cepat berlalu meninggalkan hari kemarin. Yg tersisa hari ini, hanya serpihan kenangan yg tertinggal dalam hati, atau bahkan terlupakan begitu saja.
BalasHapusgue tau ni siapa yang komentar hahah, lu jadi admin aja sini haha tersaingi gue nih haha
HapusGw blm bisa ngeblog tik. Nanti deh baca2 tutor dlu kalo lagi libur kerja. Hehehe
Hapus